Planned Maintenance

Planned Maintenance adalah salah satu pilar kegiatan Total Productive Maintenance yang mempunyai andil dalam peningkatan Produktifitas Produksi.
Planned Maintenance (PM) Praktis adalah penerapan PM berdasarkan pengalaman penerapan di Indonesia.

Planned Maintenance merupakan kegiatan perawatan yang dilakukan oleh Tehnisi yang tergabung dalam Circle (Kelompok Kerja) bagian dari departemen Tehnik yang salah satu tugas utama nya adalah melaksakan perawatan peralatan Produksi. Bersama-sama dengan kegiatan Autonomous Maintenance (perawatan oleh Operator Produksi) kebutuhan perawatan Lini Produksi untuk menuju pada pencapaian Zero Failure/Minor Stop Loss/Zero Defect Loss /Zero Accident dapat dicapai.

Pelaksanaan Planned Maintenance melalui empat Fase, dan dapat dirinci menjadi sembilan tahapan/step. Untuk lulus suatu step pelaksanaan PM oleh Circle yang terkait, diperlukan suatu Proses Audit. Pelaksanaan PM melalui tahapan ini dapat dipergunakan sebagai review/penyempurnaan system perawatan yang sudah ada.

Dalam pelaksanaan Planned Maintenance diperlukan adanya teamwork antara Circle-circle PM (Bagian Tehnik) dengan Circle-circle Operator (Bagian Produksi) dan Circle Quality (Bagian Quality Control).

Untuk menunjang pencapaian target-target perusahaan ,kegiatan PM mengikuti suatu “PM-Business Proses “.

Dengan mengikuti Training PM ini secara lengkap akan dicapai ;
  • Pemahaman Konsep dan Dasar-dasar Perawatan.
  • Membuat Program Implementasi Sistem Perawatan PM.
  • Membuat ZFA (Zero Failure Activity ) dan Projek-projek mengurangi Number Of Failure menuju Zero Failure.
  • Membuat Projek Zero Defect.
  • Membuat Projek SMED
Peserta Utama :
    • Manajer Tehnik.
    • Supervisor Tehnik.
    • TPM – Promotor.
Peserta Selektif :
    • Manajer/Supevisor Produksi
    • Manajer/Supervisor QA/QC
Durasi Training : 3 hari
Fasilittas Training :
    • Overhead projector .
    • Whiteboard.
Bahan Training : Softcopy